Senin, 13 Januari 2020

Yuk, Kenali Penyebab Umum Penyakit Paru Interstisial dari Sekarang.

penyakit paru interstisial
Sumber: Alodokter.com
Penyakit paru interstisial merupakan salah satu penyakit yang berkepanjangan atau kronis, sehingga sangat diperlukan kontrol secara berkala ke dokter spesialis paru untuk memantau perkembangan penyakit dan mencegah komplikasi.
 
Menurut laman Halodoc, penyebab umum dari penyakit paru interstisial adalah penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis; atau akibat efek samping dari obat, seperti amiodarone. apabila Anda menderita rheumatoid arthritis atau mengonsumsi amiodarone untuk jangka panjang, sebaiknya lakukan kontrol rutin ke dokter spesialis paru untuk memantau perkembangan penyakit dan mengevaluasi pengobatan.
 
Nah, penyakit paru interstisial ini juga bisa saja timbul akibat paparan partikel asbes. Bagi para pekerja yang memiliki risiko terpapar asbes, perusahaan akan melakukan medical check-up karyawan secara rutin sesuai dengan kebijakan yang dimiliki perusahaan. Disarankan untuk mematuhi aturan perusahaan terkait keselamatan kerja, agar terhindar dari penyakit akibat paparan asbes.
 
Penyebab Umum Penyakit Paru Intertisial
Penyakit paru interstisial ini dapat terjadi ketika paru-paru mengalami cedera, yang kemudian memicu respons yang tidak sesuai dari tubuh. Respons ini dapat mengakibatkan terbentuknya jaringan parut di dalam paru-paru.
 
Terdapat beberapa hal atau kondisi yang dapat menyebabkan cedera di paru-paru sehingga memicu respons yang salah dari tubuh adalah sebagai berikut.
 
Penyakit autoimun
Beberapa penyakit autoimun dapat memicu munculnya penyakit paru interstisial, di antaranya adalah sebagai berikut.
 
1.    Dermatomiositis dan polimiositis
2.    Vaskulitis
3.    Rheumatoid arthritis
4.    Sarkoidosis
5.    Skleroderma
6.    Sindrom Sjogren
7.    Lupus
 
Efek samping obat
Terdapat beberapa jenis obat yang juga kemungkinan dapat memicu terjadinya kerusakan paru-paru dan menyebabkan munculnya penyakit paru interstisial adalah sebagai berikut.
1.    Obat kemoterapi dan imunomodulator. Contohnya methotrexate dan cyclophosphamide.
2.    Obat penyakit jantung. Contohnya amiodarone dan propanolol.
3.    Obat antibiotik. Contohnya nitrofurantoin dan ethambutol.
4.    Obat imunosupresan. Contohnya rituximab atau sulfasalazine.
 
Paparan material berbahaya
Seseorang yang memiliki pekerjaan di pertambangan, pertanian, atau konstruksi kerap kali terpapar bahan kimia yang berbahaya bagi paru-paru, sehingga tinggi resiko akan mengalami penyakit paru interstisial. Contoh material berbahaya tersebut adalah serat asbestos, debu batu bara, dedak, spora jamur dan kapang, kotoran burung, dan debu silika.
 
Selain faktor pemicu yang telah disebutkan di atas, ada juga faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit paru interstisial, antara lain:
 
1.    Berusia dewasa.
2.    Memiliki keluarga yang mempunyai riwayat penyakit paru interstisial.
3.    Pernah menjalani radioterapi atau kemoterapi.
4.    Memiliki kebiasaan merokok.
5.    Menderita penyakit refluks asam lambung (GERD).
 
Meski begitu, terdapat beberapa jenis penyakit paru interstisial yang belum diketahui penyebabnya hingga kini.
 
Contoh Interstitial Lung Disease
Berikut ini beberapa contoh penyakit paru interstisial.
1.    Pneumonia interstisial
2.    Fibrosis paru idiopatik
3.    Pneumonitis interstisial nonspesifik
4.    Pneumonitis hipersensitivitas
5.    Cryptogenic organizing pneumonia (COP)
6.    Pneumonia interstisial deskuamatif
7.    Sarkoidosis
8.    Asbestosis
 
Pencegahan Interstitial Lung Disease
Menurut laman Alodokter, hanya sebagian dari jenis penyakit paru interstisial dapat dicegah, misalnya jenis yang belum diketahui penyebabnya. Akan tetapi, terdapat beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan sesuai dengan faktor pemicu dan faktor risikonya, antara lain sebagai berikut. 
 
1.    Memakai alat pelindung diri ketika sedang berada di tempat kerja untuk menghindari paparan partikel berbahaya di tempat kerja.
2.    Berhenti dari kebiasaan merokok, untuk menjaga dan melindungi paru-paru dari jenis penyakit apa pun, salah satunya termasuk penyakit paru interstisial.
3.    Melakukan vaksinasi, seperti vaksin flu dan pneumonia, hal tersebut melindungi paru-paru dari infeksi yang bisa memicu munculnya penyakit paru interstisial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar