Minggu, 19 Mei 2019

4 Kebiasaan yang Harus Dihindari Saat Beli Baju Lebaran Anak

Menjelang lebaran, para orang tua khususnya ibu-ibu pasti sibuk mencari baju yang kiranya cocok dipakai anak saat hari raya nanti. Tak jarang, banyak ibu yang kalap, hanya karena diskon yang ditawarkan untuk baju lebaran anak. Padahal, baju lebaran diskon belum tentu berkualitas. Agar nantinya tak merugi, berikut 4 hal yang harus dihindari saat membeli baju lebaran untuk anak.  


Baju Lebaran Anak

1.    Kalap Belanja Baju Lebaran karena Diskon
Beberapa hari sebelum lebaran, biasanya pusat-pusat perbelanjaan dan bahkan toko-toko pakaian biasa memberikan diskon khusus untuk setiap pembeliannya. Ada yang memberikan potongan beberapa persen untuk satu baju, ada juga yang menawarkan baju dengan sistem beli 2 gratis 1. Dengan memakai taktik penjualan seperti ini, biasanya para pembeli memang langsung jatuh hati. 

Nah, bagi Anda yang kebetulan akan membelikan baju lebaran untuk anak, jangan sampai lapar mata ya. Bisa jadi baju yang dijual dengan harga diskon itu kualitasnya tak begitu baik atau bahannya berkualitas rendah. Mungkin juga ada defect pada baju, sehingga akhirnya dijual dengan harga miring. Jangan langsung bawa baju ke kasir, hanya karena baju tersebut berlabel diskon. 

2.    Membeli Baju Hanya Beberapa Hari Jelang Lebaran
Bagi Anda yang punya kebiasaan membeli baju lebaran sekitar seminggu jelang lebaran, sebaiknya mengubah kebiasaan ini. Semakin mendekati lebaran, maka akan semakin banyak baju lebaran anak dengan model keren yang terjual. Alhasil, baju lebaran yang tersisa biasanya tak begitu memiliki desain dan motif yang menarik bagi anak Anda.
Selain itu, kebiasaan ini hanya akan merugikan Anda, karena biasanya pembelian baju lebaran di minggu terakhir Ramadan meningkat tajam. Anda akan terjebak dalam antrian yang begitu panjang dan mengular, untuk melakukan pembayaran di kasir. Untuk menyiasatinya, Anda mungkin bisa memilih alternatif belanja baju lebaran anak di situs jual beli online seperti blibli.com


3.    Memilih Hanya Berdasarkan Motif, Tanpa Memperhatikan Bahan
Ini nih kebiasaan buruk yang paling sering dilakukan saat belanja baju lebaran untuk anak, hanya melihat desainnya tanpa mengindahkan kualitasnya. Baju lebaran dengan desain dan motif yang mencolok, belum tentu memiliki kualitas bahan yang bagus. Pilihlah baju lebaran untuk anak, yang membuat mereka nyaman untuk memakainya saat bersilaturahmi ke rumah-rumah ketika raya. 

Jangan membeli baju lebaran yang membuat anak Anda kegerahan, sehingga mereka ogah untuk memakainya dalam waktu yang lama. Akan sangat disayangkan, jika Anda sudah membeli baju dengan harga lumayan mahal, namun hanya dipakai anak sampai selesai salat Idulfitri saja. Jadi, daripada sia-sia, pastikan kenyamanan anak jadi referensi utama memilih baju lebaran untuknya. 

4.    Memilih Baju yang Tak Sesuai dengan Umur Anak
Jangan menyamakan mode baju lebaran yang sedang tren untuk orang dewasa seperti Anda, dengan mode baju yang cocok untuk anak. Sesuaikan baju lebaran untuk anak, dengan tahap usia mereka. Tidak usah memaksakan anak harus memakai gamis, yang dipenuhi manik di setiap sisinya. Ingat selalu bahwa yang akan memakai baju tersebut adalah anak, bukannya Anda. 

Dalam memilih baju lebaran anak, orang tua harus jeli agar baju tersebut tak malah hanya bisa dipakai satu kali saja seumur hidupnya. Pilihlah baju lebaran yang berkualitas, tahan lama, dan tentunya nyaman dipakai oleh anak. Satu hal lagi yang penting untuk diingat, sesuaikan pengeluaran untuk baju lebaran anak dengan bujet yang memang telah Anda anggarkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar